Kegiatan ini mengusung konsep pemutaran film dan diskusi, yang menjadi ruang apresiasi dan pertukaran gagasan antar komunitas film. Dalam pelaksanaannya, terdapat empat program pemutaran film, dan setiap program menayangkan tiga hingga empat film dengan karakteristik tema yang beragam.
Program pertama, Motionary Imaginarium, membuka ruang bagi karya animasi yang imajinatif dan eksperimental. Film yang ditayangkan dalam program ini antara lain Frequency, Malam Jumawut Suro, dan Fetch!. Program kedua, Mereka yang Selalu Ada, menyuguhkan empat film yang menyoroti berbagai wajah keluarga — hangat, getir, lucu, hingga menyakitkan. Film dalam program ini meliputi Pangestuku, Bakmi Kangen Rasa, Will Today Be a Happy Day?, dan Ciak, Ciak, Ciak!.
Selanjutnya, program ketiga Warming of Age menghadirkan empat kisah tentang momen transisi kehidupan, ketika para tokohnya dihadapkan pada tuntutan keluarga, impian pribadi, serta realita yang tidak selalu ramah. Film yang termasuk dalam program ini yaitu Serpihan Liris, 18, The Iron Lung, dan Temaram. Sedangkan program terakhir, Menghancurkan Sunyi!, memberi ruang bagi film-film yang berani menolak diam, menjadikan satire, parodi, hingga perlawanan sebagai bentuk keberanian untuk bersuara. Film dalam program ini antara lain Golden Slumbers, Purusa Wedding Sacred, Curhatan Revi Siterusah, dan Kesetaraan.
Melalui kegiatan ini, para komunitas film tidak hanya menikmati sajian film dari berbagai genre dan gaya penceritaan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para pembuat film. KNF 2025 menjadi ruang bertukar perspektif dan memperkuat semangat kolaborasi di dunia perfilman.