Kegiatan pesantren film ini dirancang tidak hanya sebagai ruang belajar tentang produksi film, tetapi juga sebagai momen mempererat kebersamaan antaranggota dalam suasana Ramadan. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari praktisi industri film sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan spiritual.
Acara diawali dengan pemaparan materi oleh Bambang Fazrin, seorang assistant director dalam film Black Coffee. Dalam sesi tersebut, Bambang Fazrin membawakan materi bertajuk “Production Management & On-Set Leadership.” Ia menjelaskan berbagai aspek penting dalam manajemen produksi film, mulai dari pengelolaan kru, koordinasi di lokasi syuting, hingga pentingnya kepemimpinan dalam menjaga jalannya proses produksi agar tetap efektif dan terarah.
Bambang Fazrin menyampaikan bahwa manajemen produksi dan kepemimpinan menjadi kunci penting dalam keberhasilan sebuah produksi film.
“Dalam produksi film, kerja tim adalah hal utama. Seorang pemimpin di lokasi syuting harus mampu mengatur ritme kerja kru, menjaga komunikasi, dan memastikan semua departemen berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan khataman Al-Qur’an yang diikuti oleh seluruh peserta sebagai bentuk refleksi spiritual sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam kegiatan pesantren film tersebut. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta kemudian melaksanakan buka puasa bersama.
Salah satu peserta kegiatan mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang berkesan, terutama karena memadukan pembelajaran film dengan kegiatan spiritual.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai anggota baru. Selain mendapatkan ilmu tentang produksi film dari praktisi, kami juga bisa mempererat kebersamaan melalui khataman dan buka puasa bersama,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan nonton bareng (nobar) film Praduga karya sutradara Maksum Sada. Pemutaran film ini menjadi sarana pembelajaran tambahan bagi para anggota baru untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah karya film dibangun dari segi cerita, visual, hingga penyampaian pesan.
Melalui kegiatan Pesantren Film ini, UKM NAVI Film berharap para anggota baru tidak hanya memperoleh pemahaman teknis tentang produksi film, tetapi juga mampu membangun solidaritas, semangat kolaborasi, serta menghadirkan karya-karya film yang bermakna dan inspiratif di masa mendatang.