Dalam acara tersebut, turut dihadiri berbagai media serta narasumber dari konferensi pers Nafifest Night 2024, antara lain Moh. Nafis Romadhon (Ketua Umum UKM Navi Film), Zidni Ilman Nafia (Ketua Pelaksana Nafifest 2024), Haidar Shafi (Perwakilan Hey Station), Bapak AKP Turkhan (Polsek Kajen Pekalongan), serta panitia Navi Film Festival 2024.
Konferensi pers ini diadakan sebagai upaya untuk memperbaiki konsep acara dari tahun ke tahun. Tujuannya tidak hanya untuk memperkenalkan aspek hiburan, tetapi juga untuk memberikan sosialisasi mengenai keamanan dan susunan rangkaian acara. Acara ini bertujuan untuk menjadi media pembelajaran bagi masyarakat, menunjukkan bahwa sebuah event tidak hanya sebatas hiburan atau konser, melainkan juga sebagai wadah untuk menyalurkan kreativitas dan merancang acara secara runtut agar berkesan.
Ketua Umum UKM Navi Film, Moh. Nafis Romadhon, mengatakan bahwa Navi Film Festival merupakan salah satu program kerja dari UKM Navi Film dengan tujuan memperingati hari ulang tahun UKM Navi Film sekaligus sebagai wadah pengembangan minat dan bakat para sineas di Pekalongan dan sekitarnya. Beberapa rangkaian kegiatan meliputi sinema keliling atau workshop film. Kegiatan tersebut dilakukan di sekolah-sekolah di karesidenan Pekalongan dengan tujuan menyebarkan dan mengenalkan cara produksi film kepada siswa-siswi di tingkat SMA sederajat. Rangkaian acara selanjutnya adalah festival film tingkat nasional untuk kategori SMA sederajat dan umum.
Zidni Ilman Nafia selaku ketua pelaksana Nafifest 2024 mengatakan bahwa tujuan diadakannya konser dalam acara puncak Nafifest adalah untuk memperluas sosialisasi kepada masyarakat. Dengan adanya konser musik, diharapkan dapat mengenalkan bukan hanya Navi Film tetapi juga kampus dengan karya kreatif mahasiswa. "Tahun ini, kami berkolaborasi dengan lembaga bisnis UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, yaitu P2B. Kami memilih bekerja sama dengan lembaga internal kampus untuk menjaga nama baik kampus dan memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan. Kolaborasi ini juga bertujuan untuk mendapatkan pengawasan dan pertimbangan dari pihak kampus dalam setiap keputusan yang diambil," ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa acara Nafifest Night 2024 menerapkan sistem keamanan tiga lapis yang mencakup pemeriksaan body checking, tiket checking, dan barang bawaan, termasuk bagasi motor atau mobil. “Pemeriksaan awal dilakukan di gerbang utama kampus dengan jalur terpisah untuk penukaran tiket dan pemegang tiket. Penukaran tiket dimulai pukul 09.00 pagi hingga penutupan gerbang pada pukul 20.00 WIB, dan pengecekan menyeluruh dilakukan mulai dari gerbang depan kampus hingga gate B," ungkapnya. Ia juga menjelaskan, penonton akan diarahkan ke lokasi sesuai kategori tiket, seperti VIP, festival, dan CAT 1 yang merupakan tribun belakang dan samping kanan-kiri. Dari sisi perizinan, izin internal telah diberikan oleh P2B dan rektorat kampus, sementara izin eksternal telah disetujui oleh pemerintah setempat, Kapolsek, dan Polres.
Haidar Shafi, perwakilan dari Hey Station, mengatakan bahwa Hey Station dibentuk oleh alumni UKM Navi Film untuk memperluas jangkauan dan mendukung kegiatan UKM tersebut. Sebagai professional manajemen, Hey Station hadir di Nafifest setelah sebelumnya berkolaborasi pada tahun 2023. Rencananya, Hey Station akan kembali bekerja sama di tahun mendatang, dengan harapan acara ini bisa berkembang hingga ke tingkat internasional.
Acara Nafifest 2024 turut mengundang dua bintang tamu. Yang pertama ada Bernadya, dan yang kedua adalah The Panturas. Kami memilih kedua artis ini karena FOMO, terutama Bernadya yang sangat populer dan memiliki banyak peminat. Dilihat dari genre musiknya, Bernadya lebih ke pop slow yang banyak disukai oleh penggemar wanita. Kami mengundang artis-artis yang dapat memberikan kenyamanan bagi penonton. Kemudian, yang kedua ada The Panturas dengan genre surf rock, yang juga merupakan hasil kolaborasi berdasarkan riset kami dan panitia, karena The Panturas juga termasuk dalam deretan artis populer tahun ini.
Salah satu media yang ikut hadir, memberikan pertanyaan mengenai antisipasi untuk acara indoor. Ilman mengatakan bahwa “Kapasitas gedung Student Centre yang dapat menampung hingga 4.000 orang dibatasi menjadi 3.500 untuk mengurangi kepadatan. Untuk kenyamanan sirkulasi udara, selain AC besar, panitia menambahkan alat pendukung agar sirkulasi udara lebih optimal. Panitia juga telah memperhitungkan tingkat kenyamanan penonton berdasarkan kapasitas ini.” Ungkap Ilman.
Selain itu, beberapa titik khusus telah disiapkan di dalam gedung bagi tim keamanan untuk mengantisipasi potensi kericuhan, bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menjaga ketertiban selama acara. AKP Turkhan menegaskan pentingnya keamanan acara, terutama terkait pemalsuan tiket, dengan ancaman hukuman sesuai hukum yang berlaku.
Dalam konferensi pers ini, tidak hanya dijelaskan tentang konser, tetapi juga teknis, juri, dan kategori film dalam lomba film di Nafifest. Pendaftaran karya (open submission) dibuka dari 14 Juli hingga 12 Oktober, dengan total 133 karya yang diterima dari mahasiswa, masyarakat umum, dan pelajar. Terdapat enam kategori nominasi:
1. Sutradara Terbaik
2. Penyunting Gambar Terbaik
3. Penata Gambar Terbaik
4. Film Terbaik Kategori Pelajar Nasional
5. Film Terbaik Umum atau Mahasiswa
6. Film Favorit
Saat ini, voting untuk karya favorit masih berlangsung hingga akhir Oktober. Juri-juri yang terlibat merupakan juri tingkat nasional, salah satunya untuk menarik minat mahasiswa, masyarakat umum, dan pelajar agar dapat menuangkan karya mereka untuk dinilai oleh juri-juri nasional.
Para juri, seperti Benny Kadarhariarto, seorang perfilman asal Bandung, yang memiliki pekerjaan utama sebagai boom operator, sound recordist, dan sound designer. Ia telah terlibat dalam beberapa produksi film seperti "Kuldesak" dan "Si Doel Anak Sekolahan," serta pernah menjadi produser dan sutradara bergabung dalam Alpha Project, Silent Hero(es), dan seri animasi "Go Home Safe" serta sering mengisi workshop sinematografi. Juri kedua adalah Petrus Kristianto Prayitno Santoso, asli orang Semarang, seorang sutradara dan produser film, yang aktif dalam menggerakkan komunitas film di Semarang serta merupakan programer Indonesia Raja 2024 untuk wilayah Jawa Tengah.